Si Maxxi “Jajan” Lagi

Kediri – Adalah akumulasi peremajaan kembali yang saya lakukan selama beberapa minggu terakhir terhadap motor saya, GL-Max keluaran tahun 2001. Maklum saja, lagi-lagi alasan usia yang memang sudah tidak muda lagi yang mengharuskan saya untuk telaten meng-upgrade spare part yang sudah habis masa pakainya hehehe berikut spare part yang sudah saya ganti beberapa minggu terakhir ini,

1. Coil

Tepatnya 1 bulan yang lalu saat saya riding dari Sidoarjo menuju kediri, sampai di perbatasan Jombang-Kediri tiba-tiba si Maxxi mendadak mogok. Saya cek bensin masih ada kemudian pengapian di busi ternyata menghilang, perkirakan saya menuju CDI, ternyata salah, saat saya coba dengan CDI cadangan juga tetap tidak keluar api. Akhirnya menyerah minta tolong saudara kembar untuk diderek menuju bengkel Ahass. Setelah dianalisa ternyata Coilnya yang sudah tidak normal, ya sudah saya minta ganti saja, ditebus seharga 80rb kualitas Ori.

2. Pulser

Setelah penggantian Coil ternyata masih suka mogok lagi, ketika dipakai sodara saya tuk berangkat kerja belum sampai tujuan kira-kira 5km dari rumah mesin mati lagi, akhirnya saya derek lagi menuju bengkel Ahass namun bukan ditempat yang saya pakai untuk ganti Coil kemarin, karena tempatnya terlalu jauh akhirnya cari Ahass yang terdekat. Setelah dianalisa oleh mekanik ketahuan ternyata Pulser yang tidak normal, berarti sebenarnya Coil yang lama kemungkinan tidak apa-apa. Ya sudah ganti saja, tapi ternyata di Ahass tidak punya yang ori, yang ada kualitas KW merk Fukuyama dengan harga 45rb. Sangat disayangkan mengingat saya ingin yang kualiatas Ori ternyata tidak ada, tapi mau gimana lagi wong adanya itu, akhirnya terpasang juga.

3. Tromol Belakang

Selanjutnya, perangkat rem belakang bekerja tidak optimal, saya sudah ganti kampas juga masih tetap saja kurang pakem, saya teringat dulu memang tromol si Maxxi sudah pernah dibubut jadi kemungkinan sekarang sudah aus alias kalah termakan kampas. Akhirnya saya berfikir untuk mencari tromol namun di loakan saja mengingat harga tromol yang ori masih kisaran 300rb keatas, berhubung dana cekak karena sudah habis dimakan pulser dan coil hehehe akhirnya saya putuskan beli bekas namun ori, terbukti memang dipasaran loak masih beredar dan apabila beruntung dapat yang kondisi masih bagus. Benar saja setelah mengalami penyeleksian dari beberapa toko saya dapat yang bekas masih bagus di daerah Pare Gedangsewu, saya tebus seharga 150rb tak bisa ditawar, mungkin jika saya hunting di daerah Mojosari atau pasar Larangan Sidoarjo bisa dapat harga lebih murah lagi. Akhirnya saya pasang sekalian mengganti ruji depan belakang biar agak manis tampilannya hehehe

4. Cakram Set

Yang terakhir sekalian saya ganti perangkat ciet depan karena sudah tidak layak lagi, kurang pakem, hal ini sudah saya perbaiki berkali-kali tetap saja, bahkan ketika handel rem ditarik terasa keras. Saya putuskan untuk diganti saja, namun sayangnya cakram set untuk si Maxxi tidak ada lagi yang ori, kalau pun ada harganya bisa 1jtan, mau cari yang ori bekas juga harus telaten nyari di tukang loak atau di grup GL. berhubung sifatnya mendesak segera saya ganti saja meskipun kualitasnya KW, akhirnya saya tebus cakram set merk Kawa seharga 150rb, murah juga ya tapi gimana dengan usia pemakaiannya ya..

5. Tutup Tangki

Entah kenapa tiba-tiba dia iri untuk minta diganti padahal nafas saya untuk pengadaan spare part lagi sudah ngos-ngosan, tapi apa boleh buat, lubang kunci sudah ompong yang mengakibatkan penutupan tangki kurang presisi alias mringis, saya ganti dengan yang baru tapi tidak perlu yang ori, asal bagus. Saya tebus dengan harga 35rb, langsung ganti wes…

Mudah-mudahan setelah penggantian beberapa spare part yang sifatnya penting ini bisa kembali membuat riding nyaman tanpa kendala, bagi saya penggantian part tersebut wajar karena sudah habis masa pakainya, lha wong motornya saja motor lawas, yang harusnya sudah tidak beredar lagi di muka aspal, hehehehe kenapa tidak ganti motor baru saja yang bebas rewel? jawab saya, ada yang lebih penting dari sekedar pengadaan motor baru. toh saya juga masih kuat untuk “mbandani” si Maxxi, jawab saya diplomatis 😀 (padahal memang belum mampu beli yang baru hehehehe)

Terbaru

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Roda 2, Uncategorized dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Si Maxxi “Jajan” Lagi

  1. athleteriders berkata:

    lha sekoke gak mok tulis man?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s