Pengalaman Naik Bis Umum

Ini pengalaman saya pertama kali naik kendaraan umum (setelah beberapa tahun hampir tidak pernah) berupa bis. Sebenarnya saya malas naik kendaraan umum karena sudah terbayang dengan “fasilitas” yang tidak menguntungkan, seperti harus nunggu lama untuk berangkat, jalannya pelan, interval kedatangan antar bis cukup jauh dll. Namun berhubung karena ada halangan yang membuat saya tidak bisa mengendarai kendaraan pribadi maka dengan terpaksa saya harus naik kendaraan umum.

Kebetulan pengalaman saya ini menaiki bis yang bertrayek Mojokerto-Pasuruan yaitu bis berwarna kuning. Tidak ada nama khusus dari PO yang menaunginya soalnya dari beberapa bis yang saya jumpai mempunyai nama yang macam-macam, ada Kosgoro ada Arjuna Sakti dll.

Saya naik mulai dari terminal Kertajaya Mojokerto. Sebelumnya saya masih awam dengan seluk beluk terminal Mojokerto ini, misalnya pintu masuk dan keluarnya bis itu dimana dan seharusnya saya mencari bis di lorong yang sebelah mana. Ketika sampai di terminal saya tidak langsung mencari bus yang saya inginkan namun berdiri mengamati pergerakan yang ada di sekitaran, baru kemudian saya memilih bis yang akan saya tumpangi. Bukannya apa-apa hanya ingin mengamati situasi terminal di setiap sudutnya, maklum baru pertama kesini hehehe..

pintu masuk

Akhirnya saya memilih bis yang posisinya berada di paling depan lorong tempat stand by bis yang akan berangkat duluan, masih nampak kosong dan saya adalah penumpang pertama. Demi memastikan tujuan, saya bertanya pada bapak sopir yang terhormat, “ Mojosari pak?”, sang sopir langsung membalas, “ Iya mas, monggo masuk.” Setelah saya memilih beberapa tempat akhirnya saya putuskan untuk duduk di dekat pintu, alasan ringan, supaya tidak bersusah payah ketika nanti mau turun hehehe..selang 5 menit kemudian penumpang yang lain mulai berdatangan dan jumlahnya mulai bertambah. Tidak menunggu lama sekitar 10 menit bis sudah mulai bergerak pelan dan meninggalkan terminal, berikutnya bis pun berjalan sesuai kondisi jalan, jika jalan lapang maka bisa menambah kecepatan sedikit kencang, jika ada kendaraan menumpuk di beberapa titik maka tentunya mengikuti kondisi jalan.

Saya amati bis jurusan Mojokerto-Pasuruan ini tidak seperti bayangan saya sebelumnya yang seperti saya ceritakan dimuka, bisnya bisa segera berangkat dan di jalan juga tidak begitu pelan lajunya. Ternyata tidak semua angkutan umum itu lajunya pelan dan interval antar bis satu dengan yang lainnya tidak begitu jauh, buktinya tadi waktu saya masuk terminal dengan jalan kaki bertemu dengan bis jurusan Mojokerto-Pasuruan ini baru keluar terminal, selanjutnya bis yang saya tumpangi tidak lama kemudian menyusul keluar terminal.

Mungkin karena jalur Mojokerto-Pasuruan ini termasuk trayek yang rame sehingga interval antar bis yang jalan tidak terlalu lama. Seandainya semua Organda, PO atau instansi yang terkait  memberlakukan yang seperti ini (kedisiplinan waktu untuk jalan) niscaya akan ada nilai lebih dari masyarakat untuk lebih memilih angkutan umum daripada membawa kendaraan pribadi.

bis kuning

bis kuning 1

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Serba-serbi dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Pengalaman Naik Bis Umum

  1. athleteriders berkata:

    gak mabuk we? 😛

  2. touringrider berkata:

    suwe ra naik bus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s