Keuntungan Riding Pelan

226044_2345785459912_1160864999_n

Pagi ini berangkat kerja kurang begitu semangat, tidak tahu kenapa mungkin efek dari akhir pekan dan kebetulan di Sekolah tidak ada kegiatan yang berarti. Maklum mendekati terima Raport.

Akhirnya saya berangkat dengan kecepatan santai tidak diburu waktu. Sidoarjo-Kediri biasa saya tempuh 1 jam 15 menit dengan kecepatan rata-rata 70kpj, kali ini saya tempuh 1 jam 30 menit dengan kecepatan rata-rata 65kpj.

Setelah sampai tempat tujuan biasanya saya rebahkan badan dulu memejamkan mata barang 15 menit, namun pagi ini tidak sampai merebahkan badan, tubuh masih segar, mungkin hanya butuh peregangan otot sebentar setelah duduk di atas motor selama sejam lebih.

Herannya saya, apa karena kecepatan saya tadi tidak begitu kencang sehingga terpaan angin tidak begitu membuat badan capek? apa itu mempengaruhi terhadap kondisi badan yang terterpa angin?tapi capek yang saya rasakan ketika riding pelan adalah capek pinggang yang bisa diantisipsi dengan peregangan otot sebentar hehehe namun setelah itu badan masih tetap segar. Tidak seperti sebelumnya, ketika sehabis riding saya rebahkan badan dulu sebentar sambil memejamkan mata. šŸ™‚

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Riding dan Kuliner dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Keuntungan Riding Pelan

  1. Yoshi berkata:

    mantab sam . . .

  2. Indra berkata:

    Yoi mas, riding santai – nikmati perjalanan, emang paling enjoy. Toh mau kenceng, mau pelan filosofinya sama : Selamat sampai tujuan.. šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s