Spare Part GL-Max Paling Mahal yang Pernah Saya Ganti

Namanya merawat motor tua, sudah pasti kudu siap mental untuk meladeni apabila sedang njajan, terlebih motor yang sudah berumur 10 tahun atau lebih pastinya sedang rajin-rajinnya njajan alias ganti spare part entah itu yang fastmoving atau yang lowmoving hehehe..

Motor saya ini Honda GL-max keluaran tahun 2001 yang saya beli tahun 2010 awal. Berhubung seken alias bekas pastinya sering “ngragati” alias ganti spare part yang lebih banyak frekuensinya. Dari beberapa spare part yang pernah saya ganti yang paling mahal adalah:

  1. Speedometer Assy

Kira-kira 6 bulan yang lalu secara tiba-tiba jarum penunjuk kecepatan dan RPM tidak valid dan sedikit ngaco, mungkin bagi sebagian orang tidak ada masalah tapi bagi saya indikator kecepatan dan indikator putaran mesin perlu saya ketahui demi kenyamanan berkendara. Rasanya ada yang kurang apabila dua perangkat ini tidak ada. Maka ketika tidak berfungsi dengan baik, setelah diperbaiki sana-sini tapi masih tetap belum berfungsi dengan baik, maka saya putuskan untuk pengadaan Speedometer yang baru, saya tebus 640rb tanpa inden karena kebetulan barangnya ready di Ahass.

2. Tangki Bensin

Beberapa bulan setelah pembelian motor ini, saya mengalami masalah sering mogok dijalan. Setelah dicek sana-sini sampai nguras tangki segala baru diketahui kasusnya, ternyata tangki bagian dalam mengalami korosi, yang mengakibatkan pasir korosi atau dalam bahasa Jawa “blendet-nya” menyumbat saluran bensin yang menuju filter bensin dan ke karburator. Tidak ada solusi lain yang jitu selain harus diganti. Karena saya sudah siap dengan segala resiko akhirnya saya putuskan untuk mengganti tangki si Maxxi seharga 525rb di Ahass inden sekitar 4 hari.

3. Karburator Ninja (bekas)

Pergantian karbu ini saya lakukan seiring dengan habisnya masa pakai karburator yang lama. Setelah pernah mengalami pergantian dengan kualitas KW dan ketika ada penawaran karburator Ninja, maka saya putuskan untuk membelinya seharga 500rb plus penyesuaian pilot jet mainjetnya menggunakan ori megapro, namun seiring waktu ternyata konsumsi bensin tetap boros, akhirnya kembali saya ganti memakai karbu imitasi GL-max merk Seng Wey dan karbu Ninja ini saya jual kembali.

4. Turun mesin

Pemakaian kurang lebih setahun si Maxxi ini turun mesin, ada beberapa part yang harus diganti seperti Seker (os 25) plus pirnya, pen seker, dan klep . total pengerjaanya sekitar 425rb, saya lupa tepatnya.

Seiring waktu dengan penggantian beberapa part yang harganya aduhai itu hihihi, pelan-pelan membuat saya bisa menghargai barang, merawat motor ini dengan baik, disiplin ganti olie,dst yang pada akhirnya ketika dipakai riding saya perlakukan sesuai kemampuan, tidak memaksa apalagi dengan cara yang tidak motorsiawi. Dan yang paling penting lagi saya mendapat pengetahuan tentang spare part motor dan fungsi-fungsinya termasuk permasalahan yang ada secara umum.

Tetap menjadi bagian dari mobilitas, setia mengantarkan kemanapun saya pergi dan tidak rewel-rewel lagi. 🙂

GL-Max 2001

GL-Max 2001

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Roda 2 dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

35 Balasan ke Spare Part GL-Max Paling Mahal yang Pernah Saya Ganti

  1. athleteriders berkata:

    aku malah durung ganti blas, liyane ban karo kampas rem

  2. Mas Sayur berkata:

    Kinclong tenan GL e… 🙂

  3. mr.fao berkata:

    dulu beli sekennya berapa mas?

  4. Yanu Prasmanto berkata:

    2.5 jt kalo boleh tak ambil

  5. herry berkata:

    GL ku tahun 1997, barusan ( 3 hari yang lalu ) ganti piston (0.50), noken as, rantai kamprat, kolter dll habis Rp. 690. rb.. setelah dipakai hampir 15 tahun baru sekarang opname besar..
    Luar biasa

  6. cah robert berkata:

    karbu chinanya bs langsam ga mas? karbuku jebol juga..gl max

  7. pak tarno berkata:

    tau harga spido GL kok bisa merem melek ya. hehehe..
    spido digital byson aja gak semahal itu (CMIIW)
    kenapa gak cari copotan mas, kalo kawatir tua bisa pake part megapro. tinggal nyesuaikan pangkon dikit pasti beres. atau malah langsung PNP, kan GL series tuh.

    • omanfaqod berkata:

      hehehe maklum barang lawas konon harganya memang lebih mahal..
      soal ori copotan kebetulan kurang tlaten untuk mencarinya, di toko loak rata-rata kondisinya sudah gak fungsi, kalau memang dapat yg masih bagus itu beruntung sekali, tp dengan beli baru serasa motor juga ikut baru hahaha mksh dah mampir 🙂

  8. estilo berkata:

    sebelumnya punya maxxi 97…trus ganti maxxi 03..Alhamdulillah blm ganti jeroan..alias jeh ory cling..
    cuma kalo dibandingkan dar segi ergonomis dan speed kok masih kalah ma yg maxxi 97..
    maxxi 97 dg roda ring 17 mampu melesat 125 km/j
    maxxi 03 dg roda ring 17 100 km/j aja berat..

  9. bayu berkata:

    Bang kenpa kalo motor GL Max thun 97 itu Gk bsa lari kencang , malah suaranya trus ketanbahan Mesin nya cepet panas ?

  10. nanang berkata:

    punyaku GL PROtol mas thn 96. salam kenal dari surabaya hehehe

  11. Suro cukrik berkata:

    GL maxu thn 2000 masih OK, cuma ganti oli, kampas. gigi tarik 2 thn sekali, busi 1,5 thn. Irit banget, tenaga OK.
    Sering ditawar mau dibeli orang, tp aku masih sayang.

  12. paskal berkata:

    gmna cranya modifikasi motor gl max agar penampilannya jadi keren?????

    • budi berkata:

      gak bisa,gl max/pro itu memang tidak utk keren-kerenan,cocoknya utk orang yg niatnya kerja utk dpt uang,gak keren ya biarin penting dapat uang,dirancang utk jarang rusak,gak perlu sering ke bengkel,kecuali ganti oli 30ribuan rupiah tiap 2500km,menggunakan teknologi SITI (Sudah Irit Tanpa Injeksi) gak perlu kuatir ecu rusak karena aki tekor,aki hanya utk asesoris,gak dipasang gak papa,tetep bisa jalan,ramah bengkel,kalau pas apes mogok bisa diperbaiki tukang tambal ban pinggir jalan,saya pernah ngalami

  13. bagus panggalih berkata:

    joss tenan mas gl’e nek nggonako pro seris 95 mas hihihi

  14. lupakan ilham berkata:

    buka fbku gan,.,.,.ane ada modif GL MAX thun 95 nama fbx lupakan ilham….posisi kaltim

  15. Rully berkata:

    Sama saya pun pakenya GL max 2001, tapi udah dimodif bodinya jadi CB gelatik. Mesin masih asli standaran. Setuju, dengan biaya (yang tidak sedikit) yang dikeluarkan untuk mengganti part2nya, jadi semakin rajin merawat dan menjaga motornya.

  16. Yoni Nugraha berkata:

    Saya punya GL Max tahun 2001, mantap dan enteng. Tp bensin agak boros. BBrp waktu lalu kata tukang service pelampung karbunya udh ga bnr. Apa pengaruh k boros bensin? mohon berbagi infonya, bro. 🙂

  17. dendi berkata:

    bagaimana caranya memperbaiki jika motor itu mengeluarkn asab putih

  18. abitaputra berkata:

    apakah semua part GL-PRO bisa dipasang di GL-MAX? soalnya tiap cari part GL-MAX, selalu tertulis “GL-PRO”. Motor saya GL-MAX Tahun 96.
    Terima kasih.

  19. dee berkata:

    mas saya mau nanya, tangki GL 100 itu bisa PNP gak ya di gl max 2002? makasih ya infonya

  20. sableng berkata:

    harga tangki GL Max yg baru berapa ya.
    mau cari yg murah-murah aja
    hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s