Sejarah Belajar Mengendarai Motor (Berkopling)

Masih ingat dulu waktu pertama kali belajar motor, sekitar kelas 2 Mts (setara SMP) waktu itu punya teman Honda Astrea Star.

Sebelum itu saya sudah tertarik dengan rimba permotoran kira-kira kelas 4-6 SD namun masih sebatas mengamati atau melihat-lihat jenis motor. Atau ketika dibonceng bepergian biasanya saya ikut mengamati setiap gerakan entah itu saat menambah gigi atau mengurangi gigi, bahkan ketika mau belok pun saya suka nglirik holder kiri, kira-kira mana yg dipencet karena di holder kiri terdiri dari beberapa tombol. 😀 Hal itu kerap saya lakukan. Selain itu saya juga sering tanya-tanya dengan sepupu cara mengendarai motor yang baik itu seperti apa .

Hingga pada suatu ketika ada kesempatan kelas 2 Mts dibarengi teman pulang sekolah mengendarai motor, tidak memakai helm pula. 😀 Karena bersama teman akhirnya saya beranikan diri untuk mencoba mengendarainya, dan ternyata saya langsung bisa, menambah gigi dengan cara mengurangi gas bersamaan dengan menekan tuas persneleng ke depan. Sebaliknya ketika ingin mengurangi gigi ketika melepas tuas maka gas harus segera dibuka sesuai kebutuhan. Dan ini yang saya selalu tidak bisa halus sampai sekarang. Akhirnya pada waktu itu saya tidak begitu minat lagi dengan motor bebek. 😀 mungkin hanya sebatas bisa tidak sampai mahir.

Kemudian dilain waktu kebetulan ayah saya mempunyai vespa PX tahun 80 yang sudah menjadi tunggangan beliau kemana-mana sejak saya masih dikandung badan berusia 2 tahun. Ketika saya perhatikan sepertinya vespa ini unik, selain itu ada tuas koplingnya di handle kiri. Saya amati sebentar pola pengoperan gigi, setelah itu langsung coba starter dan jreengg..langsung saya pakai keliling desa tanpa kerepotan untuk memanajemen kopling sesuai kebutuhan, tidak ada kendala motor sering mati karena kopling tidak harmonis dengan bukaan gas. Langsung lancar..

Ternyata motor berkopling manual itu lebih enak daripada yang otomatis alias bebek. Untuk selanjutnya tinggal menambah jam terbang saja demi lebih mendapatkan reflek berkendara motor. Maka mulai saat itulah saya menyukai motor berkopling manual sampai sekarang. Dan sampai sekarang pun kadang masih kesulitan memakai motor yang berkopling otoomatis. 😀

tuas kopling si Maxxi

tuas kopling si Maxxi

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Serba-serbi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Sejarah Belajar Mengendarai Motor (Berkopling)

  1. absoluterevo berkata:

    Kalau saya justru enak yg ga pake kupling malahan simple tapi tergantung orang juga ci…!

  2. Kong berkata:

    tergantung mood, emange numpak montor kudu mut2an disik halah :mrgreen:

  3. sigit_shandi berkata:

    hahaha,saya bisa semua motor.tapi lebih prefer ke kopling manual.

  4. Reza Ardian berkata:

    klo saya make motor otomatis dah cukup bisa bagi saya, sekarang lagi nyoba pake manual masih kurang respon saat putar balik.. tolong kasih saran wt saya ,,,
    karna saya lbih suka pake manual…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s