Riding dan Kuliner Dadakan

Liburan Idul Adha kemarin saya pakai tuk istirahat dirumah saja, usai sholat Ied (06:30) kegiatan dirumah diawali dengan mencuci motor ibu (supra X 2003) dan istri (Mio Sporty 2010) yang keduanya ini memang rajin sekali tuk berkotor ria… Ya sudah saya cuci cukup dengan air saja tanpa menggunakan sabun pencuci motor. Karena saya pikir kotornya hanya sekedar debu saja jadi tidak perlu sampai menggunakan sabun. Dengan sigap satu jam sudah selesai dan kendaraan pun sudah kinclong semua, siap tuk dikendarai dengan percaya diri lantaran baru dicuci hehehe dan saya pun berkeringat ria lantaran tempat tuk nyuci motor tidak ada tempat teduhnya hehehe mandi lagi wes, tapi karena hari Jum’at maka mandinya ditunda untuk beberapa jam ke depan sekalian sholat Jum’at.

Ketika bercengkerama dengan istri dirumah tiba-tiba muncul ide tuk riding ke malang sekedar jalan-jalan menghabiskan bensin di tangkinya si Nency hehehe berhubung waktu sebentar lagi masuk Jumatan maka diputuskan habis sholat jum’at jam 13:00 langsung ngegas ke Malang😀

Dengan neng Nency aka Spacy PGFM-FI dan pastinya istri tercinta😀 melalui lingkar Porong kondisi lalu-lintas lancar tanpa ada penumpukan kendaraan, mungkin padatnya sudah di pagi tadi atau memang mungkin banyak orang yg “mengeksekusi” hewan Qurban sehingga jalanan cenderung sepi…

Memacu neng Nency konstan 70kpj menikmati perjalanan yg pelan mulai mendung membuat perjalanan ini teduh dan bisa menikmatinya dengan santai..jarang-jarang jalur Surabaya-Malang ini lengang karena biasanya banyak kendaraan dengan segala jenisnya memadati jalur ini, dan pastinya roda duanya😀

Sampai di Purwodadi Pasuruan terjadi penumpukan kendaraan namun kepadatan ini cenderung merayap tidak sampai harus yg berhenti lama. Berhenti sebentar di Alfamart sekedar beli air mineral 1 literan demi menjaga tubuh dari dehidrasi dan beli beberapa camilan. Air mineral langsung ditenggak berdua dengan dua sedotan, alaaahh sok romantis😀

Kurang lebih 15 menit kami istirahat, perbekalan dimasukkan Top Box dan meneruskan perjalanan kembali menuju alun-alun Kota Malang. Sampai di rumah sakit Saiful Anwar Malang turun hujan, kami pun berhenti sebentar untuk pakai jas hujan dengan tipe celana jaket dua pasang..diambil di bagasi kemudian sepatu ditaruh dimana?bingung, karena top box sudah berisi perbekalan makanan dan minuman termasuk perlengkapan sholat maka tak etis rasanya jika sepatu ikut berpartisipasi di box juga, jadi sepatu ditaruh bagasi saja.

Setelah mantel Takachi terpasang perjalanan dilanjut kembali dan sampailah kami di masjid Alun-alun kota Malang pukul 14:45 sekalian sholat Ashar dan berteduh, sambil menghabiskan camilan yg kami bawa. Hujannya cukup deras dan kami pun menikmati setiap deburan air yg jatuh😀

Pelan dan pasti hujan berangsur reda, setelah benar-benar reda kami  jalan-jalan ke alun-alun menikmati segarnya suasana yg dingin (meskipun tiak sedingin dulu), menikmati sisa hujan yg meninggalkan jejak di setiap jatuhnya hujan sembari hunting bakso Malang hehehe memang tidak akan lengkap rasanya jika kita ke Malang namun tidak disertai menyantap baksonya yg khas.😀

Bakso Malang versi Standar

Setelah diguyur sambal saos dan kecap maka itu berarti bakso sudah siap disantap😀

Sekejap pun langsung tuntas dan Bakso dua mangkok ini saya tebus 22rb rupiah, sebanding dengan rasanya, dilanjut dengan jalan-jalan ditaman Alun-alun menikmati sisa hujan yg begitu menyegarkan

.

..

masjid Jami dilihat dari alun-alun

setelah cukup puas jalan-jalan maka kami pun segera pulang ke Sidoarjo, ketika hendak menuju parkiran motor yg berada di depan Masjid, baru sadar ternyata lahan parkir yg digunakan ini berdiri rambu dilarang parkir,

Bekicot!

Sudah cukup sore maka kami bergegas tuk pulang, jam 16:15 kami pun sudah di perjalanan, dengan kupacu pelan sambil menikmati suasana sore kota sehabis hujan , kota kelahiranku yg mulai banyak berubah, berkembang memenuhi tuntutan Masyarakatnya..Hmm indahnya sore hari di kota Malang.

Ketika melewati pertigaan Sabilillah dengan padat lancar ku pacu neng Nency dengan kecepatan rata-rata 70kpj dengan harapan nanti sholat Magrib di masjid Cheng Ho, Pandaan, sekalian istirahat.

Tepat pukul 17:30 sampailah di masjid Cheng Ho, baru pertama kali saya disini. parkirnya cukup luas, tidak begitu banyak yg berkunjung, namun sekitar 5menit kemudian bak bel sekolah berbunyi maka serentak banyak kendaraan mobil maupun motor datang dan langsung parkir tuk menunaikan sholat Magrib berjama’ah disini, tentunya sambil foto-foto.😉

17:30

foto diambil setelah jama’ah Magrib

dirasa cukup, maka kami segera melanjutkan perjalanan kembali pukul 18:00 sudah berada di jalan, dan Alhamdulillah sampai Krembung pukul 18:30

Capek dan cukup memuaskan😀

 

 

 

 

 

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Riding dan Kuliner dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Riding dan Kuliner Dadakan

  1. byuuuh…😯 baksone

  2. lexyon berkata:

    Waah asyik bener jalan-jalannya…baksone gak nguwati..!

  3. Kelana 97 berkata:

    Jadi pingin ke sana🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s