Suara “Nglithik” si Maxxi

Sudah lama penyakit si Maxxi ini menjangkit, ketika pagi mesinnya dipanasi selalu terdengar bunyi kasar alias “nglithik” namun ini tidak terjadi ketika mesin sudah panas dan suaranya kembali halus. Hampir tiap Maxxi lama parkir dan hendak dipakai gejala ini muncul lagi. Khawatir terjadi hal-hal yg tidak diinginkan maka saya bawa di  Ahass dekat rumah.

Setelah dianalisa sang mekanik menyampaikan hasil analisanya bahwa ini cuma setelan stud rantai kamprat saja. Setelah diutak-atik sebentar katanya sudah selesai, katanya, wong saya sendiri juga gak bisa nglacak karena ketika datang di Ahass suaranya sudah hilang, baru nanti ketika mesin sudah adem bisa dilacak. Dan benar, ketika saya hendak bepergian (mesin dalam keadaan dingin) ndilalah gejala nglithik itu kambuh lagi, hadeuh..karena tidak ada waktu tuk dibawa ke bengkel akhirnya terbengkalai hampir sebulan.

Siang tadi habis Jum’atan baru bisa nyempatin tuk ke Ahass namun beda tempat, kalau yg kemarin di Jalan Malang langganan setiap saya servis rutin (Setia Kawan) yang sekarang di Jalan Jombang (Impressa Motor) hehehe sebenarnya di daerah saya ini ada tiga Ahass satunya Kharisma Motor yg ada di Jalan Pare lama atau arah menuju Kediri kota. Dengan menyampaikan keluhan yg sama bahkan saya sampaikan juga kalau memang mengharuskan ganti rantai kamprat diganti saja meskipun baru setahun usia ganti kampratnya.

Setelah dianalisa kasusnya tetap, namun mekaniknya juga memberikan prediksi kalau memang bukan kamratnya yg bermasalah bisa jadi stasionernya yg perlu dicek atau disetel ulang, yowes saya menyetujui saja..sekalian ganti pack mesin yg sudah bocor.

dugaan sementara stasioner atau stud kamprat

mesin dah kering

Setelah menunggu sejam tuk dibongkar dan dianalisa baru diketahui ternyata bukan kampratnya yg bermasalah namun stasionernya yg cukup disetel saja. Alhamdulillah tidak perlu ganti part itu berarti ongkosnya tidak begitu mahal 😀 Selesai dikerjakan dan pack mesin juga sudah diganti terbukti dengan mesin yg kering, segera saya ke kasir dan ditarik biaya sebesar 38rb dengan rincian sebagai berikut:

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Roda 2 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Suara “Nglithik” si Maxxi

  1. touringrider berkata:

    pwernah ngalami hal yang sama. cuman sy dl pernah parah, sampai mbrebet gitu. ternyata per rantai kampratnya perlu diganti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s