Menyongsong bulan Ramadhan

Tidak terasa, Ramadhan sudah di depan mata…terkadang kita masih belum siap untuk menghadapinya, waktu yg kita lalui berlalu begitu cepat, karena kesibukan atau pun aktifitas kita sehari-hari yg padat hingga bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yg selanjutnya. Dan syukur Alhamduilillah kita masih dipertemukan kembali di Ramadhan tahun ini. Untuk mengawalinya, beberapa persiapan yg harus kita lakukan adalah

Pertama, I’dad Ruhi Imani, yaitu persiapan ruh keimanan
Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa :
“Ya Allah berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surat At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Diumpamakan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah puasa dan sebagainya itu sudah terbiasa.
Kedua, I’dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab, Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan Al Qur;an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.

Ketiga
, I’dad Maliyah, yakni persiapan harta.
Jangan salah paham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan puasa.

Keempat, I’dad Fikri WaI Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawuf (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqih puasa, juga penting untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah puasa dan berbagai ibadah lainnya sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita ikuti. Amin.

Sumber: Panduan Puasa Ramadhan

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ramadhan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s