Masa Orientasi Siswa haruskah dengan Perpeloncoan?

Hari ini, senin 9-7-2012 adalah hari pertama masuk sekolah baik itu tingkat SD, SMP, maupun SMA. Berakhir sudah libur dua minggu ini dengan meninggalkan beberapa kesan baik itu seorang pendidik maupun peserta didik. Terlebih untuk peserta didik baru disetiap jenjang pendidikan (SD,SMP,SMA) tanpa terkecuali di SMA N 1 Kandangan Kab. Kediri.

Pada hari ini di sekolah juga baru dimulai kegiatan MOPDB (masa Orientasi Peserta Didik Baru) yg lebih familier kita sebut MOS, diawali dengan upacara pembukaan secara resmi oleh Kepala Sekolah. Para peserta didik baik yg kelas XI maupun kelas XII juga ikut upacara pembukaan untuk menemani kelas X yg akan di Orientasi tanpa terkecuali Bapak-Ibu Guru serta karyawan turut hadir. Dari raut wajah siswa kelas X yg baru nampak gurat wajah yg masih layaknya baru mengenal dunia baru di SMA. Ada juga yg sudah terlihat Enjoy dengan dunia barunya yaitu memasuki masa SMA yg katanya masa paling indah 😀 Sedangkan yg kelas XI dan kelas XII nampak wajah-wajah ceria dan bahagia karena setelah sekian lama menikmati  libur akhirnya sampai juga pada waktunya masuk sekolah lagi dan bertemu dengan teman-temannya kembali. 😀

barisan kelas XII

barisan kelas XI

Kembali lagi ke MOPDB (selanjutnya saya sebut MOS), MOS atau Masa Orientasi Siswa adalah bertujuan untuk mengenalkan peserta didik dalam lingkungan belajar yang baru agar memiliki kesiapan belajar yang baik. Mereka dikenalkan tentang fasilitas belajar, tata tertib siswa pada sekolah baru beserta lingkungan barunya, pendidik dan tenaga kependidikan, serta teman-teman, baik seangkatan, maupun kakak-kakak kelasnya.

Adanya pandangan negatif mengenai kegiatan ini  apapun opininya sampai ada wacana untuk dihapuskan segala, akan tetap dilaksanakan, dengan catatan kegiatan MOS ini tidak dikotori oleh kegiatan-kegiatan perpeloncoan, atau bahkan kegiatan penyiksaan atau kekerasan fisik. Tahun-tahun sebelumnya kegiatan Masa Orientasi Siswa ada saja yang memanfaatkan untuk melakukan perpeloncoan, terutama segelintir panitia atau senior kepada siswa baru atau juniornya. Padahal sudah jelas kegiatan MOS atau masa orientasi siswa adalah kegiatan positif untuk saling berkenalan dan juga terutama ditujukan kepada siswa baru agar lebih mengenal lingkungan barunya, atau sekolah barunya.

Bentuk penyiksaan atau kekerasan fisik dalam MOS akhir-akhir ini janganlah ditolerir, hendaknya pihak yg berwenang memilih siswa senior yang betul-betul tahu dan mengerti tujuan dilaksanakannya MOS tersebut.
Dan Pada tahun ini, kemendiknas selaku penanggung jawab pendidikan di Indonesia, akan mengeluarkan peraturan kemendiknas mengenai tata cara kegiatan MOS bagi siswa SMP/Sederajat dan SMA/sederajat. Semoga dengan keluarnya regulasi yang mengatur Masa orientasi siswa atau MOS ini, kegiatan MOS ini tidak meninggalkan cerita miring lagi, atau dalam artian tidak ada lagi kekerasan baik fisik maupun mental dalam kegitan MOS, Semoga…

Pak guru mengatur peserta upacara

Upacara berlangsung pengibaran bendera

sang Saka di pucuk tiang

penyematan atribut oleh Kepala Sekolah

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Serba-serbi dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Masa Orientasi Siswa haruskah dengan Perpeloncoan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s