Riding ke Blitar

Tepatnya hari rabu kemarin saya mau riding ke Blitar karena ada beberapa urusan dengan teman. Berangkat dari kandangan sekitar pukul 11:00 siang, karena teman saya yg akan saya singgahi masih berada di sekolah untuk dinas, katanya jadi ketua panitia MOS,wiihh…repot banget pastinya..namun beliaunya bilang kalau jam 11:00 sudah bisa pulang, maka saya putuskan berangkat dari rumah kandangan jam segitu. Setidaknya jam12:30 sudah sampai di lokasi karena perjalanan dari rumah menuju ke blitar kurang lebih 1,5 jam.

Berangkat melalui jalur pare kemudian sesampai perempatan gedangsewu belok kiri menuju arah selatan. Siang itu cuaca tidak begitu panas meskipun keadaan saat ini sebenarnya memasuki masa kemarau. Jalur selatan menuju Blitar juga merupakan jalur apabila kita ingin menuju ke gunung Kelud karena jalur yg akan saya lewati merupakan kawasan kaki gunung Kelud, dan jalur ini dari arah pare identik dengan pedesaan perkebunan tanah lapang nan subur dan ruas jalan disini termasuk sempit. Padahal jalur ini termasuk alternatif dari arah utara menuju ke Blitar juga dilewati jalur Bis Surabaya-Blitar via Wates. Misal dari Surabaya apabila mau ke Blitar selalu melewati jalur ini.

Namun di tengah perjalanan tepatnya ketika sampai di Pertigaan Pasar Pathok saya belok kiri untuk mencari jalan alternatif yg lebih dekat untuk tiba ke Blitar dan jalan ini tidak dilalui Bis. Jalanan yang saya lalui masih identik dengan perkebunan kanan kiri persawahan dan perkebunan tebu.

hamparan kebun tebu

dominasi hamparan tebu di desa Ngancar

Rumah penduduk di sepanjang jalan yg saya lalui juga bisa dikatakan cukup baik, itu berarti penduduk daerah desa Ngancar dan Wates ini bisa dikatakan makmur. Mata pencaharian penduduk setempat rata-rata bertani yg lahannya milik sendiri, kemudian berdagang di pasar dan mungkin juga mempunyai lahan tebu yg memang di desa ini terdapat kebun tebu yg luas.

kondisi rumah di lereng gunung kelud

Sampai di suatu tempat di tengah-tengah hamparan tebu saya melewati 2 jalur lahar gunung kelud yg masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat namun yg roda empat tidak bisa berbarengan masuk karena lebar ruas jalur lahar ini tidak cukup untuk dua kendaraan melintas

Jalur lahar G. kelud pertama

Jalur lahar G. kelud kedua

Setelah melalui jalur ini beberapa melewati tikungan (Alhamdulillah tidak sampai nyasar) akhirnya tiba juga di kota Blitar yang sebelumnya melewati pintu masuk wisata Penataran

pintu masuk wisata penataran

Tugu memasuki kota Blitar

Kemudian melewati beberapa ruas jalan dan persimpangan, saya menuju ke timur kota Blitar dan masuk gang desa Gajah melewati beberapa perkampungan desa

perempatan belok kiri menuju ke arah timur kota

Ikon patung Gajah di desa Gajah πŸ˜€

Alhamdulilah sampai di tempat tujuan dengan selamat dan disambut hangat oleh Shohibul Bait πŸ˜€

Maxxi bersanding dengan MP merah milik Shohibul Bait di teras rumah πŸ˜€

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Riding dan Kuliner dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Riding ke Blitar

  1. kempor7 berkata:

    mantap

  2. juned berkata:

    lihat foto rumah yang ketiga…. rasanya campur aduk.. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s