Tukul (Touring dan Kuliner)

Liburan ini benar-benar berkesan buat saya, menyalurkan hobi turing memang yg saya tunggu-tunggu ketika memasuki liburan. iya,turing kecil2an se, perjalanan dimulai dari rumah mertua di Sidoarjo menuju ke Malang bersama istri tercinta :-D. Sudah lama sekali sejak lebaran kemarin saya tidak ke malang lagi. Entah apa istimewanya di tempat kelahiran saya itu selain macet dan macet karena perkembangan kendaraan bermotor sedemikian pesatnya apalagi saat liburan seperti sekarang ini, Β namun ternyata dikarenakan wisata kulinernya yang beranekaragam yg membuat saya ingin kembali kesana, dan terlebih adalah kenangan semasa kuliah dulu,ealah ini to ternyata hihihihi..nostalgia bersama istri πŸ˜€

Perlengkapan bermotor disiapkan seperti memakai helm, jaket tebal, sepatu sampai mata kaki, dan balaclava, karena nanti pastinya jalanan berdebu maka saya dan istri memakai piranti ini. jam 08:00 saya berangkat, perjalanan pagi itu sangat lengang dan karena masih pagi jadi udara masih sejuk, apalagi saat melintasi jalan baru di porong yg memakai “aspal” beton, kita bisa menikmati pemandangan alam luas dari atas.. πŸ˜€

jalan baru porong

nampak lengang dan masih berkabut πŸ˜€

Namun ketika sudah sampai persimpangan keadaan berubah, kemacetan terjadi karena pertemuan dari arah Surabaya dan dari Jalan baru porong, kedua jalur sama-sama menuju ke malang, alhasil tidak bisa menikmati perjalanan 😦 dan harus berkonsentrasi di jalan karena harus mencari celah jalan. Inilah kelebihan kendaraan roda dua bisa selap selip di celah kendaraan besar (roda empat atau lebih)

jalur arteri porong

Keadaan ini berlanjut sampai bundaran Apollo, setelah melalui bundaran itu kendaraan bisa terurai dan saya pun bisa memacu kendaraan lebih kencang setelah tadi hanya bisa jalan 5km/jam, namun kendaran hanya saya pacu paling kencang 70km/jam karena niatnya adalah jalan-jalan, jadi tidak terburu waktu. πŸ˜€

Keadaan dijalan bisa dikatakan padat lancar sampai kota Pandaan bahkan sampai Purwodadi, tepatnya kebun raya purwodadi. Istirahat sebentar untuk minum πŸ˜€

pernah masuk tapi dah lama 😦

Namun setelah itu, keadaan macet kembali mulai dari pasar purwodadi, hanya bisa berjalan 5km/jam sampai lawang, bahkan sampai singosari pun keadaan masih tetap saja, waduh sampai malang jam berapa nih.. 😦

Alhamdulillah macet bisa terurai ketika memasuki fly over di Arjosari, saya pun bisa berjalan lancar kembali namun tidak lebih dari 40km/jam, jadi bisa dikatakan padat lancar. πŸ˜€

Sesampai di Malang jam 10;30 saya langsung menuju ke rumah pakdhe dari istri yang berada di Gading Kasri, beliau penjual bakso. Hmm.. kesukaanku ini, bakso khas malang πŸ˜€

Sambil istirahat ngobrol-ngobrol sekalian melihat langsung proses pembuatan penthol khas malang yang terkenal dengan lembut..

“mencetak” penthol πŸ˜€

teman-temannya penthol bakso khas malang πŸ˜€

Setelah semuanya siap maka saya pun siap menyantap bakso kesukaan saya, khas malang πŸ˜€

Dinginnya malang berpadu dengan hangatnya Bakso Malang

Selamat makaann.. πŸ˜€

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Riding dan Kuliner dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s